Proses Pemanggangan Roti

Setelah proses fermentasi akhir, roti akan masuk dalam proses pemanggangan roti atau baking. Saat memanggang roti menggunakan oven tidak boleh terlalu sering membuka pintu atau tutupnya agar suhu panas oven stabil. Pembuat roti tentu tidak menghendaki hasil roti yang bantat, kulit roti gosong, rasa yang asam, tekstur keras dan lain-lain. Semua resiko itu bisa terjadi dan berkaitan satu sama lain, atau karena ada yang salah dengan proses mixing. Jika kurang panggang, bau dan rasa roti akan cenderung masam. Jika lebih panggang, kulit roti dan pori-pori akan kering dan teksturnya kasar.

Dalam tahap pemanggangan akan terjadi perpindahan panas dari oven yang akan mengubah adonan menjadi produk ringan, berongga, siap dicerna dan kaya rasa. Pada proses pemanggangan roti ini terjadi reaksi peningkatan volume yang terjadi sangat cepat. Peningkatan ini terjadi pada interval waktu 6,5 menit dari total waktu yang dibutuhkan dalam pemanggangan, dimana terjadi kenaikan suhu adonan, kenaikan volume hingga sepertiga kali dari volume semula.

proses pemanggangan roti

“Jika kurang panggang, bau dan rasa roti akan cenderung masam. Jika lebih panggang, kulit roti dan pori-pori akan kering dan teksturnya kasar.”

Dalam proses pemanggangan roti juga akan terjadi berbagai reaksi biokimia yang melibatkan inaktivasi enzim, yeast atau ragi, perubahan pati dan gluten dalam adonan. Reaksi biokimia adonan selama pemanggangan yaitu mengembang dan pecahnya pati di suhu 50 derajat Celcius, lalu yeast mati. Kemudian protein akan menggumpal pada suhu 70 derajat, membentuk pori-pori atau crumb pada suhu 100 derajat hingga akhirnya pembentukan warna kulit roti pada suhu 150-200 derajat.

Jika proses pemanggangan roti terjadi tidak semestinya seperti kurang panggang, maka produk akan cenderung memiliki warna yang pucat, volume yang kurang optimal, bentuk yang tidak serasi, pori-pori yang masih agak basah dan tentunya akan berpengaruh terhadap bau dan rasa yang cenderung masam.

Sementara itu, jika proses pembakaran yang terlalu lama, maka akibat langsung yang terlihat adalah warna kulit yang terlalu gelap seperti agak gosong, kulit roti dan pori-porinya terlalu kering dan teksturnya kasar, serta bau dan rasa yang terbentuk tidak semestinya. Singkatnya, jika kurang panggang, bau dan rasa akan cenderung masam. Jika lebih panggang, kulit roti dan pori-pori akan kering dan teksturnya kasar.

Untuk memeriksa kematangan roti, lakukan dengan menusuk bagian tengah atau tepi roti menggunakan tusuk gigi. Roti sudah matang jika telah padat dan kering, atau tidak ada sisa adonan yang menempel pada tusuk gigi. Roti yang matang sempurna atau menunjukkan warna coklat keemasan, atau mengeluarkan suara hampa ketika diketuk. Roti yang sudah matang harus segera  diangkat dan dikeluarkan dari oven panas agar suhu roti tidak mudah berkeringat dan tidak mudah berjamur.